Keteguhan Palestina Menuju Kemenangan
Barbarisme Zionis-Israel terhadap Palestina telah berlangsung 74 tahun. Vandalisme dan kebrutalan yang bebas dipertontonkan kaum Zionis-Israel, di depan mata dunia yang diam membisu. Merampok rumah, merampas lahan, membunuh rakyat Palestina termasuk ibu-ibu dan anak-anak, juga mengusir masyarakat Palestina dari tanah airnya hingga mereka harus mengungsi ke Syria, Lebanon atau Yordania.
Kebiadaban Zionis-Israel terkini ditunjukkan ketika bulan Ramadhan yang baru berlalu. Tentara Israel dan aparat keamanan zionis lainnya beberapa kali menyerang umat Islam Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsha, serta menyerbu beberapa pemukiman warga Palestina (Palestine Online, 29 April 2022). Selama bulan April 2022 saja, bertepatan dengan bulan ketika umat Islam sedang menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan, tercatat 23 warga Palestina ditembak mati oleh aparat zionis Israel, termasuk di dalamnya dua ibu dan tiga anak-anak (Palestine Online, 5 Mei 2022).
Standar Ganda Dunia
Penjajahan dan kebiadaban yang dialami Palestina dihadapkan pada standar ganda dunia yang hipokrit. Ketika Rusia menyerang Ukraina baru seumur jagung, lembaga-lembaga HAM dunia dan Barat langsung berteriak lantang tentang "pelanggaran HAM", "kejahatan perang" dan semacamnya. Namun terhadap okupasi, perampasan, pembunuhan serta pengusiran bangsa Palestina oleh regim Zionis-Israel yang telah berlangsung 74 tahun, mayoritas dunia dan Barat menutup rapat mata, telinga dan mulutnya. Tidak ada HAM. Tidak ada kejahatan perang. Hanya ada "hukum internasional" yang bungkam, dunia yang membisu, terjerumus dalam kubangan hipokrisi.
Bagi orang-orang standar ganda ini, HAM adalah atribut yang hanya boleh dinisbahkan dan dimiliki oleh Barat atau ras kulit putih.
Keteguhan Palestina Menuju Kemenangan
Namun Palestina tetap kokoh dengan keberaniannya. Meskipun mayoritas dunia mengacuhkannya dan patuh mengekor pada kemauan Zionis-Israel dan Amerika, tak lantas membuat bangsa pemberani Palestina sudi bertekuk lutut pada tirani penjajah, Palestina tetap teguh dengan Intifada dan Muqawamah (perlawanan). Bahkan tren terkini Muqawamah Palestina menunjukkan perkembangan yang menggembirakan hati.
Front-front perjuangan Palestina sekarang telah menggunakan persenjataan modern. Bila dulu Palestina bertempur melawan Israel dengan batu dan bom molotov, kini Palestina telah menggunakan drone, roket dan missile (rudal). Dalam perang terakhir Palestina vs Zionis-Israel bulan Mei 2021 silam, tak kurang 4000 roket pejuang Palestina melesat menuju Israel, 1800 di antaranya tepat menghantam target-target yang ada di Israel.
![]() |
| Brigade Al-Qassam Hamas dan rudalnya |
Faksi-faksi perlawanan Palestina seperti Brigade Al-Qassam Hamas, Brigade Al-Quds dan lainnya akan terus melangkah di jalan perjuangan yang mulia ini. Hancurnya sekolah, perkantoran, pemukiman, bahkan masjid-masjid, tidak akan membuat Palestina menyerah dan tunduk hina di depan regim Zionis-Israel. Justru semua pengorbanan itu menjadi spirit perjuangan yang terus membara. Kemenangan dan kemerdekaan Palestina telah dekat. InsyaAllah.
Video song: "We Will Not Go Down (Gaza Tonight)" by Michael Heart.
#FreePalestine
*Bintan, awal Syawal 1443 H / Mei 2022 M.



