Pengaruh Kemajuan Teknologi Informasi Bagi Kehidupan Masyarakat
Teknologi
Informasi dan Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan
sehari-hari kita. Kemajuan pesat dalam bidang komputer, smartphone, pengolahan data dan jaringan internet telah membawa perubahan besar dan mempengaruhi hampir semua bidang kehidupan
masyarakat, seperti bidang pendidikan, ekonomi/perdagangan, komunikasi,
transportasi dan lainnya. Pengaruh itu tentunya memiliki dampak bagi masyarakat, baik
dampak positif maupun negatif.
1. Bidang Pendidikan (Education)
Kemajuan teknologi informasi dan internet telah mengubah cara orang belajar. Jika dulu kegiatan belajar berlangsung di sekolah atau lembaga kursus, di bawah bimbingan guru dan instruktur, kini belajar dapat dilakukan di mana saja, tidak lagi bergantung
pada waktu dan tempat. Setiap orang dapat belajar di manapun dan kapanpun. Di teras rumah, di cafe, di terminal bus, ruang tunggu bandara dan bermacam tempat publik lainnya. Dengan peralatan komputer, smartphone dan akses internet, sumber serta media
pelajaran dapat diakses dari manapun juga.
·
Dampak
Positif:
·
Akses Informasi: Setiap pelajar bisa mencari materi pelajaran, modul, jurnal, atau video
pembelajaran dari seluruh dunia dengan mudah dan cepat, di manapun berada selama ada koneksi internet. Orang dapat mempelajari tutorial memperbaiki mesin, merakit komputer, cara memancing ikan yang baik, mengecat rumah, hingga belajar resep masakan. Semua serba ada di internet dan bebas diakses kapan saja.
·
Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning): Memungkinkan proses belajar mengajar tanpa
harus bertatap muka langsung. Misalnya melalui platform Zoom, Google Meet atau Google Classroom. Seorang guru atau mentor dapat mengajar murid-muridnya meskipun ia sedang berada di rumah atau perjalanan. Semua kecanggihan zaman ini terwujud karena kemajuan teknologi informasi.
·
Sumber Belajar Interaktif: Banyak program aplikasi dan website
yang menawarkan kuis, simulasi, animasi pelajaran dan materi yang menarik.
·
Dampak
Negatif:
·
Ketergantungan: Siswa bisa saja menjadi bergantung pada hasil pencarian
instan (copy-paste) tanpa memahami materi secara mendalam. Hanya tinggal mencari materi di internet, langsung di-copy paste tanpa ada upaya untuk mempelajari serta menelaahnya.
·
Tidak adanya guru yang menjelaskan secara langsung dan mendalam,
dapat menjadikan siswa tidak dapat memahami materi pelajaran dengan baik. Seringkali sebuah teori pengetahuan membutuhkan penjelasan karena adanya rumus-rumus atau formula yang tidak mudah, tanpa kehadiran seorang guru yang dapat menjelaskannya dengan baik, akan menimbulkan kesimpulan yang salah atau pemahaman yang melenceng.
· Distraksi: Smartphone dan internet yang digunakan untuk belajar juga dapat menjadi sumber gangguan jika tidak dapat mengontrol fokus pikiran dan kesadaran diri dengan baik. Misalnya ketika belajar lalu muncul notifikasi game atau media sosial yang kemudian menghilangkan fokus belajar.
2. Bidang
Ekonomi dan Perdagangan (E-Commerce)
Internet
adalah mesin pendorong utama bagi ekonomi digital. Ekonomi digital maksudnya ekosistem perekonomian yang aktivitasnya telah menggunakan komputer, smartphone, data serba elektronik serta online dan jaringan internet. Dengan pesatnya kemajuan
teknologi informasi dan internet seperti itu, sekarang kegiatan ekonomi dan perdagangan dapat
berjalan cepat, hemat waktu dan hemat biaya, karena akses jual-beli yang tidak
lagi dibatasi tempat dan waktu.
·
Dampak
Positif:
·
Jual Beli Online (E-commerce): Masyarakat dapat berbelanja atau menjual barang tanpa harus
memiliki toko fisik/pasar melalui marketplace. Contoh belanja online di Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak dan semacamnya. Orang hanya cukup membuka smartphone, langsung dapat mencari-cari barang, memesan dan membayar harganya. Semua dapat dilakukan cuma lewat aplikasi online.
·
Pembayaran
Digital:
Kemudahan transaksi menggunakan uang elektronik (e-wallet), QRIS atau transfer bank melalui mobile banking.
·
Peluang Usaha
Baru:
Munculnya pekerjaan baru, seperti content
creator, youtuber, vlogger, dropshipper,
dan pengembang aplikasi.
·
Dampak
Negatif:
·
Persaingan: Bisnis kecil
atau pasar/toko tradisional yang tidak menggunakan teknologi atau belum memiliki kesiapan untuk berbisnis secara online, mungkin sulit
bersaing.
· Penipuan Online: Risiko keamanan dan penipuan (phishing) dalam transaksi digital. Tanpa disertai kewaspadaan dan pengetahuan keamanan data - terutama data pribadi, segala bentuk kegiatan bisnis online dapat mengundang marabahaya, seperti peretasan data pribadi, pencurian saldo rekening, penipuan kartu kredit dan semacamnya.
3. Bidang
Komunikasi (Communication)
Inilah
bidang yang paling terasa perubahannya. Komunikasi masyarakat kini menjadi instan
dan global. Maksudnya komunikasi di antara orang-orang saat ini begitu
mudah, cepat dan menjangkau seluruh dunia. Saat ini seseorang yang tinggal di
Indonesia dengan mudahnya berkomunikasi dengan saudara atau temannya yang
bekerja di Rusia, kawasan Arab atau negara manapun di dunia, selama dapat
dijangkau jaringan internet.
·
Dampak
Positif:
·
Akses Global: Kita bisa
berkomunikasi dengan siapa pun di belahan dunia mana pun, secara real-time (saat itu juga), melalui
aplikasi pesan (WhatsApp, Line) atau
video call Zoom/Google Meet. Bahkan aplikasi komunikasi saat ini dapat mengirim dan menerima berbagai tipe data, baik data teks, suara (telepon), visual (gambar), audiovisual (video), dokumen dan lain-lain.
·
Biaya Lebih
Murah:
Komunikasi melalui internet (VoIP)
umumnya lebih murah dibandingkan telepon tradisional.
· Media Sosial: Memudahkan penyebaran informasi, koordinasi, dan mempererat hubungan sosial, meskipun secara virtual. Contoh: Instagram, Twitter, Facebook. Lewat media sosial, masyarakat dapat saling berbagi informasi, berita dan aneka macam pengetahuan praktis, seperti cara bercocok tanam, cara memasak, langkah-langkah beternak yang baik, dan sebagainya.
·
Dampak
Negatif:
·
Berita Palsu
(Hoax): Penyebaran
informasi yang palsu, salah dan tidak terverifikasi/tidak teruji kebenarannya
terjadi sangat cepat. Kabar palsu ini sangat berbahaya, karena dapat menyesatkan banyak orang, hingga menjerumuskan masyarakat.
· Kecanduan: Penggunaan gawai (smartphone) yang berlebihan dapat mengurangi interaksi tatap muka antar keluarga, saudara dan masyarakat sekitar. Seringkali terlihat di ruang tunggu terminal atau bandara, orang-orang sibuk dengan smartphone masing-masing, tidak ada lagi percakapan untuk saling sapa dan mengenal di antara mereka.
4. Bidang
Transportasi (Transportation)
Teknologi
informasi dan internet telah membuat layanan transportasi menjadi lebih efisien dan mudah diakses. Saat ini orang dapat bepergian dengan moda
transportasi apapun, baik kapal laut, bus, kereta api hingga pesawat, hanya
dengan pemesanan dan pembelian tiket online melalui komputer atau smartphone.
Pembelian tiket online-nya pun dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
·
Dampak
Positif:
·
Aplikasi
Transportasi Online: Layanan
seperti ojek online (Gojek, Grab) memudahkan masyarakat
memesan kendaraan dan mengetahui tarif secara pasti. Orang juga dapat memesan
dan membeli tiket bus, kereta api atau pesawat melalui aplikasi online seperti Traveloka
atau Tiket.com.
·
Navigasi
Digital:
Penggunaan GPS (Global Positioning System) melalui aplikasi peta (Google Maps) membantu kita menemukan
rute tercepat dan menghindari kemacetan. Masyarakat dengan mudahnya mencari lokasi sebuah alamat melalui platform Google Maps.
·
Informasi Real-time: Jadwal
keberangkatan dan kedatangan transportasi umum seperti pesawat dan kereta api, dapat
dipantau secara langsung.
·
Dampak
Negatif:
·
Kesenjangan: Munculnya
persaingan antara layanan transportasi tradisional dan online. Perusahaan transportasi tradisional yang belum menggunakan sistem digital/online, akan kalah bersaing dengan perusahaan transportasi yang menggunakan teknologi digital.
· Ketergantungan: Kesulitan dalam perjalanan tanpa panduan navigasi digital. Karena sudah terbiasa tergantung pada panduan Google Maps, maka ketika sistem online semacam itu mengalami gangguan, akan kesulitan mencari arah dan titik lokasi yang dituju.
5. Bidang
Pemerintahan (E-Government)
Pemerintah
juga memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Dengan
penggunaan teknologi informasi yang makin pesat, pelayanan di
kantor-kantor dan instansi pemerintah dapat berjalan lebih cepat. Selain itu juga hemat biaya
(mengurangi penggunaan kertas, alat tulis dan semacamnya) dan memudahkan
masyarakat.
·
Dampak
Positif:
·
Pelayanan
Cepat:
Pengurusan dokumen (seperti KTP, SIM, atau perizinan) dapat dilakukan secara online, sehingga mengurangi birokrasi dan antrian
panjang.
·
Pelayanan Hemat Biaya: Dengan penggunaan teknologi informasi dan
sistem online, pelayanan masyarakat secara digital semakin meluas, sehingga
menghemat biaya karena semakin sedikitnya kertas dan alat tulis yang digunakan.
Contoh: pencetakan Kartu Keluarga (KK) secara digital.
· Transparansi (Keterbukaan): Data dan kebijakan publik dapat diakses dengan lebih terbuka oleh masyarakat melalui website resmi pemerintah. Sehingga rakyat dapat mengetahui program-program pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.
Kesimpulan:
Tanggung Jawab Digital
Kemajuan
teknologi informasi dan internet ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi
memberikan banyak kemudahan seperti akses informasi dan pelayanan
masyarakat, namun di sisi lain dapat mendatangkan permasalahan jika tidak mampu
menggunakannya secara hati-hati dan bijaksana, seperti
peretasan data pribadi, keamanan data, hoax, cyber bullying dan kecanduan smartphone.
Sebagai
pengguna teknologi, kita harus memiliki Literasi
Digital yang baik, yaitu pengetahuan sekaligus kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, aman dan bertanggung jawab.
*****IBRAHIM LUTFI, S.T. [Guru Informatika SMPN 8 Bintan].

