Arema: Antara Budaya, Sepakbola Dan Cinta

Arema adalah fenomena unik di Indonesia. "Arema" sendiri merupakan singkatan dari Arek Malang. Sebuah terminologi yang mempertemukan 3 aspek: identitas sosial-budaya, sepakbola dan cinta tanah kelahiran. Ketiganya terjalin satu sama lain dalam sebuah kesatuan yang mengejawantah dalam diri masyarakat yang mengaku sebagai "Arek Malang", khususnya masyarakat Malang, Jawa Timur.



Sebagai identitas sosial-budaya, terminologi "Arema" adalah sebutan bagi masyarakat Malang, terutama kaum mudanya. Karena "Arek" adalah sebutan bagi anak muda atau pemuda. Masyarakat Malang di sini dapat berarti lahir atau besar di Malang. "Arema" maka berarti pemuda atau anak muda Malang. Dari perspektif ini, "Arema" menjadi simbol identitas masyarakat dan anak muda Malang.

Sebagai entitas sepakbola, Arema merupakan klub sepakbola kebanggaan Arek Malang dan masyarakat di banyak daerah lainnya di Indonesia. Para suporter pecinta/pendukung Arema ini bernama "Aremania". Perlu digarisbawahi bahwa Aremania ini tidak hanya berasal dari wilayah Malang saja, namun dari daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Tidak heran di kota-kota lain Indonesia terdapat cabang-cabang Aremania.


Arema, tim kebanggaan Aremania 

Dari sudut pandang ikatan batin atau hubungan emosional kedaerahan, "Arema" adalah simbolisasi cinta masyarakat dan anak muda Malang pada tanah kelahirannya. Hal ini adalah suatu naluri dasar manusia atau masyarakat yang menentukan bagaimana ia mengekspresikan diri dan eksistensi sosialnya. Rasa cinta pada tanah kelahiran adalah salah satu fitrah dasar manusia atau masyarakat. Demikian juga bagi masyarakat Malang, akronim "Arema" ini menjadi simbol dari rasa cinta masyarakat, terlebih anak-anak muda Malang, pada tanah kelahirannya.

Tiga aspek inilah yang melekat pada terminologi "Arema". Hal ini juga menjadi jawaban mengapa fenomena "Arema" ini begitu unik di Indonesia.


Sejarah Berdirinya Klub Sepakbola Arema

Arema Football Club (Arema FC) atau nama resminya Persatuan Sepakbola Arema (PS Arema) lahir di Malang pada tanggal 11 Agustus 1987.

Adalah Jnderal Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI era 1980-an yang menginisiasi pembentukan sebuah klub Galatama (Liga Sepakbola Utama) di Kota Malang. Saat itu di Indonesia ada 2 model kompetisi sepakbola nasional, yaitu Galatama sebagai liga profesional dan Perserikatan sebagai liga amatir. Gebrakan "Sang Jenderal" ketika itu untuk mendirikan klub Galatama di Malang tidak lepas dari peran bung Ovan Tobing, humas Persema saat itu. Persema sendiri merupakan klub perserikatan yang ada di Kota Malang.

Di awal mengikuti kompetisi Galatama, Arema berjuang keras membangun eksistensinya di tengah segala keterbatasan yang ada. Ovan Tobing dan Ir. Lucky Acub Zaenal (putra Jend. Acub Zaenal) merekrut pemain, mencari lapangan tempat latihan, mendesain kostum hingga mencari asrama (mess) pemain. 

Pemain-pemain generasi awal Arema yang direkrut antara lain Maryanto (Persema), Jonathan (Klub Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Klub Armada Malang), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Johanes Geohera (Niac Mitra Surabaya), sampai kiper Donny Latuperissa. Pelatih senior nasional Sinyo Aliandoe ditunjuk sebagai pelatih Arema.


Arema generasi awal di Kompetisi Galatama

Sempat muncul masalah soal tidak adanya mess pemain. Beruntung Lanud Abdul Rahman Saleh datang membantu dengan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI-AU untuk asrama penampungan pemain. Tidak hanya itu, lapangan Pagas Abdul Rahman Saleh juga menjadi tempat berlatih. Walhasil Maryanto dkk ditampung di barak militer. TNI-AU memberikan andil besar pada kelahiran dan eksistensi awal Arema.


Prestasi Arema

Arema telah meraih beberapa prestasi membanggakan sejak kelahirannya. Baik saat masih berkiprah di Kompetisi Galatama, maupun setelah Galatama dan Perserikatan digabung menjadi satu sistem kompetisi sepakbola nasional.

Pada kompetisi Galatama tahun 1992/1993 Arema berhasil menjadi juara. Saat itu dengan pemain-pemain seperti Jamrawi, Aji Santoso, Mecky Tata dan Singgih Pitono, Arema dapat mewujudkan harapan masyarakat Malang menjadi juara di kompetisi elit liga profesional Indonesia. 

Setelah era Liga Indonesia, Arema juga tercatat dalam sejarah dengan menjadi Juara Indonesia dalam ISL (Indonesian Super League) musim 2009/2010. Selain juara liga di tahun 2009/2010 tersebut, Arema juga sukses meraih banyak prestasi dalam pentas sepakbola Indonesia, di antaranya:

- Juara Copa Indonesia tahun 2005

- Juara Copa Indonesia tahun 2006

- Runner-up Indonesian Super League tahun 2010/11

- Runner-up Indonesian Super League tahun 2011/2012

- Juara Piala Presiden tahun 2017

- Juara Piala Presiden tahun 2019

- Juara Piala Presiden tahun 2022



Romantisme Budaya, Sepakbola dan Cinta

Dengan perjalanan sejarah yang panjang antara ikatan budaya, identitas dan sepakbola, tidak heran Arema menjadi fenomena yang unik. Identitas budaya, fanatisme sepakbola dan kecintaan pada tanah kelahiran telah menyatu sedemikian rupa menjelma dalam sebuah istilah yang full of feelings, AREMA.

Bagi masyarakat Malang dan Aremania di segala penjuru Indonesia, Arema bukan hanya sebuah klub sepakbola kesayangan, namun juga simbol kebanggaan, identitas diri, ikatan sejarah, kehormatan dan cinta.


Salam Satu Jiwa, AREMA! 

Related

Cinta Tanah Air 3805825594228645445

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com
item