Persamaan Maxwell
Persamaan Maxwell (Maxwell Equations) bak gunung megah menjulang dalam fisika listrik dan elektroteknik. Terutama bidang elektromagnetik. Dengan 4 kaidah fundamental yang dikompilasinya, James Clerk Maxwell berhasil membangun pedoman dasar untuk menjelaskan fenomena medan listrik, medan magnet dan keterkaitan antara keduanya.
![]() |
| (sumber gambar: Gerald/OE21GL) |
James Clerk Maxwell, ahli Fisika Skotlandia, tahun 1860 menyusun 4 persamaan - yang sesungguhnya azas dasarnya telah dirumuskan sebelumnya oleh Ampere, Henry, Faraday, Biot-Savart, Lenz, dan lainnya, menjadi seperangkat persamaan inti dalam elektromagnetisme.
Maxwell
menggabungkan seluruh konsep kelistrikan dan kemagnetan (Coulomb, Gauss,
Ampère, Faraday) menjadi teori tunggal elektromagnetisme.
Empat persamaan Maxwell terdiri dari:
- Hukum Gauss untuk Listrik
- Hukum Gauss untuk Magnet
- Hukum Faraday (Induksi
Elektromagnetik)
- Hukum Ampère–Maxwell
(Termasuk Arus Perpindahan)
Keempatnya
menghubungkan medan listrik (), medan magnet (
), muatan listrik (
), dan arus (
).
Persamaan Maxwell seringkali ditampilkan dalam dua bentuk berbeda, yaitu dalam bentuk integral dan bentuk diferensial. Maka secara matematis, empat persamaan Maxwell ini bekerja dengan operator-operator kalkulus, seperti integral tertutup untuk bentuk integral dan operator nabla (∇) untuk bentuk diferensial.
1. Hukum Gauss Untuk Listrik
Bentuk diferensial
Bentuk integral
Makna fisis:
- Divergensi medan listrik =
kerapatan muatan.
- Menyatakan bahwa muatan
listrik adalah sumber medan listrik.
- Jumlah fluks listrik yang keluar dari permukaan tertutup berbanding lurus dengan besarnya muatan listrik yang ada di dalam permukaan tertutup tersebut.
- Dengan mengintegralkan jumlah fluks listrik per satuan luas permukaan, akan diketahui besarnya muatan listrik di dalam permukaan.
- Digunakan dalam
perhitungan medan simetris: bola, silinder, dan planar.
- Distribusi muatan pada
kapasitor
- Medan dalam dielektrik
- Tegangan listrik akibat distribusi muatan kontinu
Bentuk diferensial
Bentuk integral
Makna fisis:
- Tidak ada monopole
magnetik.
- Tidak ada yang dinamakan muatan magnetik sebagai sumber medan magnetik.
- Medan magnetik hanya dihasilkan oleh medan listrik yang berubah terhadap waktu atau dihasilkan oleh muatan listrik yang berubah terhadap waktu, seperti yang dijelaskan oleh hukum Ampere.
- Medan magnet selalu
memiliki garis gaya tertutup.
- Analisis inti trafo
(karena fluks tertutup)
- Simulasi distribusi
B-field pada motor listrik
- Perhitungan induksi
magnetik
3. Hukum Faraday (Induksi Elektromagnetik)
Bentuk diferensial
Bentuk integral
![]() |
| Penjelasan persamaan Maxwell ketiga |
- Perubahan fluks magnetik akan menghasilkan medan listrik.
- Medan magnet yang berubah terhadap waktu akan menghasilkan medan listrik.
- Titik awal teori induksi
elektromagnetik.
- Menjadi dasar untuk transformator,
generator, motor AC.
4. Hukum Ampere–Maxwell
Maxwell
memperbaiki hukum Ampère dengan menambahkan arus perpindahan.
Bentuk diferensial
Bentuk integral
Makna fisis:
- Arus konduksi menghasilkan
medan magnet (hukum Ampère asli).
- Perubahan medan listrik
juga menghasilkan medan magnet (penemuan Maxwell).
- Dua persamaan rotasi
(curl) Faraday dan Ampère–Maxwell menjelaskan gelombang elektromagnetik.
Hubungan Antar Persamaan Maxwell
Persamaan
Maxwell berpasangan sebagai berikut:
- Divergence laws (pola penyebaran)
- Gauss listrik
- Gauss magnet
- Curl laws (pola putaran/pusaran)
- Faraday: perubahan B
menghasilkan E
- Ampère–Maxwell: arus +
perubahan E menghasilkan B
Jika kedua
curl equation disubstitusi, diperoleh persamaan gelombang:





