Kontemplasi Di Hari Sumpah Pemuda


Sebuah bangsa menelusuri jejak diri
Di antara jerat belukar budaya instan
Hedonis. Pragmatis. Liberalis

Gelombang bersusulan gelombang

Informasi tak berkesudahan

Bercampur aduk sampah peradaban, modern

Ya, mereka berkata itu modernitas

Nyanyian serta film yang penuh debu dan kehampaan


Di ujung utara bumi

Rusia dan Ukraina mengobarkan api

Moral yang dipaksa nisbi

Diiringi tetabuan permainan kata, 

Oligarki media massa penipu nurani

Dalam pesta imperialis Amerika dan Israel yang terbahak

Menertawakan dunia yang dipermainkan dengan bodoh di bawah muslihatnya


Lagu-lagu Korea memenuhi gadget muda-mudi

Menderu bertumpuk kartun-kartun Jepang

Di segala penjuru para liberalis dan sekuler berbusa-busa menebar agitasi

Propaganda kehidupan liar tanpa nilai

Tanpa marwah. Tanpa kehormatan diri


Di tengah kecamuk dusta dan kepalsuan

Seorang laki-laki ingin menjadi rajawali

Terbang tinggi meski sendiri

Melihat kembali buku Soekarno dan Tan Malaka

Tentang arti kemerdekaan dan jatidiri



Bintan, Kep. Riau, 30 Oktober 2022. 


Related

Diskursus 3968963628327284258

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com
item