Cerita Manis Arema Di Galatama

Sebelum Liga Indonesia (Ligina) bergulir tahun 1994, kompetisi sepakbola Indonesia terdiri dari 2 model, Kompetisi Galatama dan Kompetisi Perserikatan. Galatama adalah singkatan dari Liga Sepakbola Utama, dan merupakan kompetisi sepakbola profesional. Sedangkan Kompetisi Perserikatan merupakan kompetisi klub-klub sepakbola amatir yang dimiliki banyak pemerintah daerah (pemda) saat itu. 

Kompetisi Galatama menjadi ajang kiprah Arema di awal berdirinya. Berdiri tahun 1987, Arema yang di awal kelahirannya bernama Arema Malang, berlaga pertama kali dalam Kompetisi Galatama tahun 1987-1988.   



Sepak Terjang Arema Di Kompetisi Galatama

Arema telah bermain di Kompetisi Galatama sebanyak enam edisi sejak kelahirannya. Kompetisi edisi 1987-1988 menjadi kiprah perdana Arema dalam kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air. Saat itu, Arema finish di peringkat 6 dari total 14 klub, dengan jumlah perolehan poin 40. Ini tentunya sebuah prestasi yang membanggakan bagi klub yang pertama kali berlaga di Galatama. 


Klasemen Galatama 1987-1988 (sumber: Pinterest)


Sepanjang sepak terjangnya di Galatama, Arema selalu masuk 10 besar. Meskipun dalam edisi 1988-1989 Arema sempat turun ke peringkat 8, namun di edisi 1989-1990 Arema melesat menembus 4 besar. Saat itu Arema duduk di peringkat 4 dengan perolehan poin 41. 

Peringkat 4 besar tetap dipertahankan Arema dalam kompetisi edisi 1990-1992. Dengan mencatat 18 kemenangan, 11 seri/draw dan 8 kali kalah, Arema meraih 47 poin.

Kisah indah Arema ditulis tahun 1993. Dalam Kompetisi Galatama edisi 1992-1993 itu Arema meraih juara, merebut mahkota kompetisi sepakbola profesional Indonesia. Ini merupakan prestasi yang membanggakan masyarakat Malang, bagaimana Arema berhasil mewujudkan harapan masyarakat Malang menjadi juara kompetisi sepakbola di Tanah Air.

Selama berkiprah di Galatama, Arema memiliki sejumlah mesin gol yang sukses menjadi top skor. Di kompetisi edisi 1988-1989 Mecky Tata berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 18 gol. Lalu ada Singgih Pitono yang menjadi top skor Galatama sebanyak dua kali, yaitu edisi 1990-1992 dengan 21 gol dan edisi 1992-1993 sebanyak 16 gol.


Cerita Manis Arema Juara

Cerita manis Arema terukir indah tahun 1993. Itulah ketika Arema meraih trofi juara Kompetisi Galatama edisi 1992-1993. Arema berhasil membalikkan prediksi banyak pihak, yang tidak menduga bagaimana klub kecil yang sederhana dari Kota Malang bisa meruntuhkan banyak klub besar yang didukung finansial kuat.


Arema saat Juara Galatama 1993

Arema secara spektakuler mampu menyingkirkan klub-klub besar. Sebut saja misalnya Pelita Jaya klub milik pengusaha kaya keluarga Bakrie, lalu Arseto Solo, hingga dua klub berdana melimpah dari BUMN, yaitu PKT Bontang dan Petrokimia Putra Gresik. 
Prestasi ini terasa lebih istimewa mengingat Arema saat itu dibayangi krisis finansial. Modal awal tim tidak sampai Rp.100 juta, dengan mayoritas dana berasal dari Toyomenka (Tomen), perusahaan otomotif dari Jepang yang menjadi sponsor tunggal. Modal itu juga ditutupi oleh patungan sejumlah pihak, ditambah dengan penjualan tiket pertandingan.
Dengan keterbatasan modal itu, maka wajar hampir tidak ada pemain bintang yang dimiliki Arema. Hanya segelintir pemain Tim Nasional Indonesia yaitu Aji Santoso, yang dikombinasikan dengan pemain-pemain lokal Malang seperti Kuncoro dan Agus Yuwono. Namun demikian, lini penyerang Arema dihuni pemain haus gol seperti Mecky Tata dan Singgih Pitono.  

Berikut ini skuad Arema ketika Juara Galatama 1993:
Kiper: Nanang Hidayat, Yanuar Hermansyah, Muhammad Andi Sukrian
Lini Pertahanan: Jamrawi, Imam Hambali, Joko Slamet, Agus Purwanto
Bek Sayap: Aji Santoso, Andhik, Kuncoro
Lini Tengah: Agus Yuwono, Puji Purnawan, Stephanus Korwa, Jonathan, Mahmudiana, Hari Siswanto, Dominggus Nowenik, Marsaid
Lini Depan: Mecky Tata (Top Skor Galatama 1988-1989), Singgih Pitono (Top Skor Galatama 1992-1993), Joko Susilo, Maryanto

Formasi Arema ketika Juara Galatama 1993


Kepastian Arema juara saat itu didapat setelah dalam pertandingan pekan ke-28 Arema membungkam Mitra Surabaya 2-0, dan saat yang bersamaan pesaing terdekatnya PKT Bontang takluk 0-1 dari Barito Putera. Dengan hasil itu poin Arema tidak dapat dikejar lagi oleh PKT Bontang meski masih tersisa 4 laga lagi.

Begitu memastikan juara, pesta kemenangan tidak terelakkan lagi dilakukan Aremania dan masyarakat Malang. Perayaan juara digelar baik di Stadion Gajayana maupun sudut-sudut Kota Malang. Perayaan dan konvoi Aremania dari pagi hingga malam. Itu pun masih berlanjut keesokan harinya.


Sebuah cerita manis yang tertulis indah di Malang tahun 1993. Salam Satu Jiwa, AREMA!

Related

newsticker 3413383606843148119

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com
item