Refraksi Cahaya
https://lenterarevolusi.blogspot.com/2026/05/refraksi-cahaya.html
Refraksi (pembiasan) cahaya adalah pembelokan cahaya karena perubahan kecepatan rambat dari suatu medium ke medium yang lain.
Laju rambat cahaya dalam berbagai zat berbeda-beda. Laju rambat cahaya dalam ruang hampa adalah yang terbesar, yaitu c = 299.800.000 m/s. Laju rambatnya di udara adalah c / 1,0003. Sedangkan di dalam air c / 1,33 dan dalam kaca kira-kira c / 1,5.
E. Relasi Kecepatan, Frekuensi & Panjang Gelombang dengan Indeks Bias
Laju rambat cahaya dalam berbagai zat berbeda-beda. Laju rambat cahaya dalam ruang hampa adalah yang terbesar, yaitu c = 299.800.000 m/s. Laju rambatnya di udara adalah c / 1,0003. Sedangkan di dalam air c / 1,33 dan dalam kaca kira-kira c / 1,5.
A. Indeks Bias (n)
Indeks bias mutlak suatu zat didefinisikan sebagai berikut :
n = laju rambat cahaya dalam ruang hampa / laju rambat cahaya dalam zat
n = c / v
B. Refraksi (Pembiasan) Cahaya
Bila cahaya berjalan dengan sudut miring melewati perbatasan dua zat/medium dengan indeks bias yang berbeda, maka cahaya akan membelok. Gejala fisis inilah yang disebut pembiasan (refraksi).
* Jika cahaya bergerak dari medium kurang rapat menuju medium lebih rapat (n1 < n2), maka cahaya akan dibelokkan mendekati garis normal (N) ketika masuk ke medium ke-2.
* Jika cahaya bergerak dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat (n1 > n2), maka cahaya akan menjauhi garis normal (N).
C. Hukum Snellius
Hukum Snellius menyatakan bahwa:
n1 . sin i = n2 . sin r
Dimana n1 = indeks bias medium 1
i = sudut datang
n2 = indeks bias medium 2
r = sudut bias
D. Sudut Kritis
Ketika seberkas sinar dari zat berindeks bias lebih tinggi n1 masuk ke zat berindeks lebih rendah n2 (n1 > n2), maka sebagian sinar akan dibiaskan dan sebagian lainnya akan dipantulkan.
Semakin besar sudut datang i, semakin besar sudut bias r (makin menjauhi garis normal N), dan semakin banyak sinar dipantulkan. Sampai jika melewati batas sudut datang i tertentu, maka semua sinar akan dipantulkan. Sudut batas tertentu ini disebut sudut kritis (ik).
Besar sudut kritis (ik) dapat dihitung dengan persamaan:
n1 . sin ik = n2 . sin 90
Karena sin 90 = 1, maka ==> n1 . sin ik = n2
sin ik = n2 / n1
Jadi bila sudut datang sinar diperbesar hingga melebihi sudut kritis (i > ik), maka sinar akan akan dipantulkan seluruhnya ke zat/medium asalnya. Kondisi ini disebut pemantulan sempurna.
Dengan demikian pemantulan sempurna terjadi jika dipenuhi dua kondisi:
1. Sinar datang dari medium lebih rapat ke mdium kurang rapat.
2. Sudut sinar datang lebih besar dari sudut kritis.
E. Relasi Kecepatan, Frekuensi & Panjang Gelombang dengan Indeks Bias
Jika cahaya merambat dari medium 1 ke medium 2 yang berbeda, maka kecepatan dan panjang gelombang cahaya berbeda dalam kedua medium, tetapi frekuensinya tetap.
f1 = f2
Kecepatan cahaya paling besar adalah di udara atau ruang hampa, yaitu 300.000.000 m/s.
Jadi vudara = vruang hampa = 300.000.000 m/s
Hubungan kecepatan dengan indeks bias kedua medium adalah:
n1 . v1 = n2 . v2
Hubungan panjang gelombang cahaya dengan indeks bias kedua medium adalah:
n1 . λ1 = n2 . λ2

