Refraksi Cahaya

Refraksi (pembiasan) cahaya adalah pembelokan cahaya karena perubahan kecepatan rambat dari suatu medium ke medium yang lain.


Laju rambat cahaya dalam berbagai zat berbeda-beda. Laju rambat cahaya dalam ruang hampa adalah yang terbesar, yaitu c = 299.800.000 m/s. Laju rambatnya di udara adalah c / 1,0003. Sedangkan di dalam air c / 1,33 dan dalam kaca kira-kira c / 1,5.

A. Indeks Bias (n)
Indeks bias mutlak suatu zat didefinisikan sebagai berikut :

n = laju rambat cahaya dalam ruang hampa / laju rambat cahaya dalam zat

n = c / v

B. Refraksi (Pembiasan) Cahaya
Bila cahaya berjalan dengan sudut miring melewati perbatasan dua zat/medium dengan indeks bias yang berbeda, maka cahaya akan membelok. Gejala fisis inilah yang disebut pembiasan (refraksi).

* Jika cahaya bergerak dari medium kurang rapat menuju medium lebih rapat (n1 < n2), maka cahaya akan dibelokkan mendekati garis normal (N) ketika masuk ke medium ke-2.

* Jika cahaya bergerak dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat (n1 > n2), maka cahaya akan menjauhi garis normal (N). 

C. Hukum Snellius
Hukum Snellius menyatakan bahwa:

n . sin i = n2 . sin r 

Dimana n1 = indeks bias medium 1
i = sudut datang
n2 = indeks bias medium 2
r = sudut bias

D. Sudut Kritis
Ketika seberkas sinar dari zat berindeks bias lebih tinggi n1 masuk ke zat berindeks lebih rendah n2 (n1 > n2), maka sebagian sinar akan dibiaskan dan sebagian lainnya akan dipantulkan. 

Semakin besar sudut datang i, semakin besar sudut bias r (makin menjauhi garis normal N), dan semakin banyak sinar dipantulkan. Sampai jika melewati batas sudut datang i tertentu, maka semua sinar akan dipantulkan. Sudut batas tertentu ini disebut sudut kritis (ik).

Besar sudut kritis (ik) dapat dihitung dengan persamaan:

n1 . sin ik = n2 . sin 90

Karena sin 90 = 1, maka ==>  n1 . sin ik = n

sin ik = n2 / n1 

Jadi bila sudut datang sinar diperbesar hingga melebihi sudut kritis (i > ik), maka sinar akan akan dipantulkan seluruhnya ke zat/medium asalnya. Kondisi ini disebut pemantulan sempurna.

Dengan demikian pemantulan sempurna terjadi jika dipenuhi dua kondisi:

1. Sinar datang dari medium lebih rapat ke mdium kurang rapat.
2. Sudut sinar datang lebih besar dari sudut kritis.

E. Relasi Kecepatan, Frekuensi & Panjang Gelombang dengan Indeks Bias
Jika cahaya merambat dari medium 1 ke medium 2 yang berbeda, maka kecepatan dan panjang gelombang cahaya berbeda dalam kedua medium, tetapi frekuensinya tetap.

f1 = f2  

Kecepatan cahaya paling besar adalah di udara atau ruang hampa, yaitu 300.000.000 m/s.

Jadi vudara = vruang hampa = 300.000.000 m/s

Hubungan kecepatan dengan indeks bias kedua medium adalah:

n1 . v1 = n2 . v

Hubungan panjang gelombang cahaya dengan indeks bias kedua medium adalah:

n1 . λ1 = n2 . λ2 


Related

newsticker 3130003797490047611

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com
item