Berkenalan Dengan Arduino, Sang Pengendali Serba Bisa
![]() |
| Board Arduino Uno R3 |
Sekitar satu dekade terakhir Arduino banyak mewarnai dunia elektronik. Bermula dari kelahirannya di Italia tahun 2005, Arduino terus berkembang dan menjadi controller system (sistem pengendali) berbagai macam proyek elektronik. Arduino digunakan dalam pengendali saluran air, robot, putaran/kecepatan motor, pintu otomatis, pemancar Wi-Fi dan banyak lagi. Bentuknya yang praktis dan portable, namun dengan kemampuan yang powerful, membawa arduino menjadi board favorit para penggemar elektronik. Dengan popularitasnya dalam penggunaannya sebagai sistem pengendali beragam aplikasi elektronik, Arduino pantas disebut pengendali yang serba bisa.
Arduino sistem mengintegrasikan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dalam sebuah platform yang bersifat open source. Artinya setiap pengguna Arduino bebas mengembangkan board Arduino ini. Berkaitan dengan kelebihannya dalam integrasi hardware dan software, board Arduino juga telah dilengkapi IDE (Integrated Development Environment) yaitu interface/antar-muka untuk membuat, membuka dan mengedit source code Arduino. Hal ini memudahkan kita membuat dan mengedit kode-kode pemrograman untuk Arduino.
![]() |
| Arduino IDE |
Pada dasarnya Arduino adalah microcontroller ATMega yang telah dilengkapi bermacam peralatan tambahan untuk memudahkan penggunanya. Microcontroller ATMega yang biasa digunakan dalam board arduino di antaranya ATMega8, ATMega168, ATMega328 dan beberapa lainnya. Dan secara sistem terintegrasinya, platform arduino dilengkapi software (IDE dan compiler) untuk mengendalikan kerja microcontroller ATMega tersebut. Selain software IDE dan compiler, board arduino juga dilengkapi berbagai port (saluran) input dan output, port serial, port yang dapat memberi keluaran digital maupun menerima masukan analog.
Arduino memiliki beberapa varian. Dalam artikel ini yang digunakan sebagai subyek pembahasan adalah varian Arduino Uno R3. Arduino varian ini memiliki 14 port input/output digital. 6 port di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM (Pulse Width Modulation). Artinya 6 port ini keluarannya dapat dianggap bersifat analog. Port PWM ini sangat diperlukan ketika Arduino akan digunakan sebagai pengendali suatu peralatan yang membutuhkan keluaran yang memiliki sifat analog. Untuk input (masukan) analog sendiri, Arduino Uno R3 memiliki 6 port yang siap menerima masukan analog. Dalam hal penyimpanan program peralatan yang dibuat, arduino memiliki kapasitas 32 KB flash memory (untuk microcontroller ATMega328P). Kapasitas memori 32 KB ini sudah memadai untuk bereksperimen membuat peralatan-peralatan elektronik.
![]() |
| Arduino Uno R3 |
Arduino Uno R3 merupakan varian arduino yang banyak digunakan. Dengan microcontroller ATMega328P yang memiliki frekuensi clock 16MHz, Arduino Uno R3 memiliki port USB untuk mengupload program dan saluran power (catu daya). Serta tersedia juga port sumber tegangan DC. Dengan fitur-fitur ini, pengguna Arduino Uno R3 dapat membuat program di Arduino IDE yang ada di komputer, lalu menguploadnya dengan mudah ke board Arduino. Kemudahan seperti ini menjadi daya tarik Arduino bagi para penggemar elektronik dan microcontroller.
Demikian sekilas pengenalan board Arduino Uno R3, sang pengendali yang serba bisa. Semoga bermanfaat.
Selamat bereksperimen dengan arduino!



