Nasionalisme Di Tengah Globalisasi Informasi

Nasionalisme mendapat tantangan berat di era globalisasi informasi. Arus informasi yang mengalir deras di internet, telah mengikis batas negara serta menerobos identitas kebangsaan. Pusaran besar informasi telah menyatukan masyarakat global, di mana batasan-batasan bangsa, negara, ras dan budaya seakan sirna. Informasi telah membentuk masyarakat global. Dunia virtual global.



Peristiwa yang terjadi di penjuru dunia dapat diketahui publik secara cepat. Hasil pemilu yang terjadi di Jerman misalnya, dapat diketahui segera oleh masyarakat Indonesia. Demikian juga sebuah gunung meletus Indonesia, informasinya segera menyebar ke Eropa atau Timur Tengah. Perpanjangan kontrak bintang sepakbola di Real Madrid, dalam beberapa saat juga diketahui dunia. Informasi bergerak cepat melintasi batas negara, juga entitas bangsa dan budaya.


Dalam banyak hal ini mendatangkan kebaikan. Masyarakat luas mengambil aneka manfaat dari berlimpahnya informasi di internet. Dunia pendidikan, ekonomi-bisnis, transportasi, sosial-budaya hingga politik memperkaya khazanahnya melalui tak terbatasnya informasi. Seorang pelajar atau mahasiswa dapat dengan mudah mendapatkan materi serta referensi untuk proses belajar, juga pengerjaan tugas-tugas studinya. Demikian juga seorang pebisnis, meraih banyak keuntungan dengan bermacam data, informasi dan transaksi bisnis yang efisien melalui sistem internet.


Namun internet tidak melulu tentang cerita indah. Pusaran informasi global juga menyisakan hal yang tak diharapkan. Salah satunya ancaman terhadap Nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan. Masuknya budaya asing melalui internet, yang deras menerjang setiap saat, sangat berpotensi mengikis nilai-nilai dan identitas kebangsaan. Terutama bagi generasi muda. Budaya liberalisme, pragmatisme maupun individualisme, yang mengalir masuk dalam khazanah kehidupan generasi muda Indonesia, baik melalui faktor gaya hidup, musik atau film-film, lambat laun akan melemahkan nilai-nilai budaya bangsa. Dan salah satu dampaknya melemahkan nasionalisme dan semangat kebangsaan generasi muda Indonesia.



Pastinya kita semua tidak menginginkan hal ini. Diperlukan upaya yang sistematis dan terintegrasi untuk mencegah terjadinya kemerosotan watak nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Pemerintah, orang tua, sekolah/guru, ulama/agamawan dan ormas-ormas yang relevan perlu merumuskan langkah-langkah bersama yang terintegrasi, dalam membangun kekuatan karakter mental generasi muda yang mampu menahan gempuran budaya asing. Sembari terus menghidupkan nilai-nilai dan identitas kebangsaan. Di mana muara dari semua ini adalah tetap kokohnya nasionalisme dan identitas kebangsaan di tengah derasnya informasi global.  

Related

Diskursus 4135639597360531317

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com

Arsip Semua Tulisan

item