Menjadi Blogger, Bagaimana Caranya?
![]() |
| sumber : kickstarter |
Istilah content creator juga memiliki dimensi berkembang atau dinamis. Artinya karya-karya yang dihasilkan terus berkembang, tidak berhenti di satu titik. Karena inilah seorang penulis buku tidak masuk kategori content creator. Mengapa? Karena begitu seorang penulis menuntaskan bukunya, maka buah karyanya dalam buku tersebut berhenti. Mungkin ia dapat meneruskan karya pemikirannya yang lain dalam buku yang lain juga. Namun tidak demikian dengan seorang content creator atau blogger. Seorang blogger yang menulis karya pemikirannya di sebuah blog, dapat terus mengembangkan tulisan tersebut di blognya. Ini pengertian dimensi dinamis dari content creator.
Dalam spektrum ini, seorang vlogger juga masuk sebagai content creator. Seorang vlogger yang mengkreasi video-video karyanya, lalu menguploadnya di Youtube atau Instagram, selalu memiliki ruang untuk terus mengembangkan kreativitasnya. Dan faktor ini yang membuat karya-karyanya bersifat dinamis. Sifat berkembang atau dinamis inilah yang terdapat pada content creator, baik para vlogger yang mengkreasi video, maupun para blogger yang menulis di blog.
Lantas bagaimana cara memulai menulis di blog? Secara umum menulis berkaitan dengan 2 hal : menemukan ide dan mengembangkannya dalam bentuk tulisan. Seorang penulis yang baik pada dasarnya adalah orang yang pandai menemukan ide yang menarik, kemudian menuangkan sekaligus mengembangkan ide tersebut dalam sebuah tulisan.
Ide menulis bisa didapatkan dengan beberapa cara. Di antaranya dengan teknik “menjawab pertanyaan” dan mengkritisi sebuah foto/gambar, berita, atau video. Teknik menjawab pertanyaan dapat dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi atau menjadi tren. Misalnya tentang peristiwa banjir yang marak terjadi akhir-akhir ini. Sebuah pertanyaan dapat dimunculkan dari peristiwa ini : mengapa terjadi banjir? Pertanyaan ini dapat dikembangkan dalam sejumlah pertanyaan lainnya : mengapa dahulu daerah tersebut tidak banjir? Dan kenapa sekarang banjir? Apa faktor penyebabnya? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah sebuah ide tulisan yang menarik.
![]() |
| sumber : rumah123 |
Ide-ide tersebut dapat dikembangkan dengan teknik menulis 5W+1H. Atau dapat juga dengan DSN (Dahulu-Sekarang-Nanti). Bergantung pada ide yang ada, kerangka pemikiran yang digunakan serta perspektif tulisan yang ingin dihasilkan. Misalnya akan menulis dalam model narasi berita, maka teknik menulis 5W+1H (Who - What - When - Where - Why + how) yang tepat digunakan. Sebagai contoh terjadi peluncuran roket di Indonesia. Maka teknik 5W + 1H dapat digunakan untuk menulisnya : siapa yang membuat roket (who)? Roket jenis apa yang dibuat (what)? Kapan roket diluncurkan (when)? Di mana roket diluncurkan (where)? Mengapa dilakukan peluncuran roket (why)? Dan bagaimana jalannya proses peluncuran tersebut (how). Ini sudah menjadi sebuah tulisan yang menarik.
![]() |
| sumber : cnn indonesia |
Teknik DSN dapat juga digunakan. Dalam contoh ide dari peluncuran roket tersebut, teknik DSN digunakan untuk mengembangkan tulisan dari perspektif waktunya. Misalnya, bagaimana program roket Indonesia di masa silam (dahulu). Lalu bagaimana program tersebut di masa sekarang (sekarang), lantas akhirnya pembahasan diarahkan bagaimana program roket Indonesia di masa depan (nanti). Maka pengembangan tulisan dengan teknik ini juga menghasilkan tulisan yang menarik.
Demikianlah sekelumit tentang bagaimana memulai menulis di blog. Semoga bermanfaat.
Selamat datang di dunia blogger!



