Majas Perindu Rajawali

 

Duhai perindu Rajawali
Yang mengais-ngais cahaya
Di setiap relung zaman
Menghitung orde waktu
Dalam risau mendesau
Kerinduan yang mendebur
Mendebur
Bagai ombak yang terus berkejaran
Ke tepian samudera

Di manakah jejak kaki itu?
Agar debu-debu yang tertinggal
Darinya
Menerangi hati
Yang tertatih 
Luka luka menoreh
Rona demi rona
Menuai puisi sejarah
Dari cinta yang meresah, ditulis
Dengan tulip tulip merah

Di dunia yang riuh oleh delusi
Hati setia bertempur bertahan
Dalam cinta yang sunyi
Dalam rindu yang hening
Menunggu, tak goyah melangkah
Bagai lebah menari-nari
Menuju semerbak melati


*Bintan, Oktober 2021

Related

Diskursus 987002327489156201

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com

Arsip Semua Tulisan

item