Berkenalan Dengan Elang Hitam, Drone Tempur Buatan Indonesia
Bangsa Indonesia boleh berbangga. Putra-putri Indonesia telah berhasil membuat drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle/pesawat terbang tanpa awak) berukuran besar yang akan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan Indonesia. Dengan kata lain, drone itu termasuk klasifikasi drone tempur atau UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle), karena akan dipersenjatai untuk menjaga pertahanan negara.
| Drone Elang Hitam (sumber: medcom) |
Drone tempur itu bernama ELANG HITAM. "Black Eagle" sempat dipamerkan oleh BPPT di halaman Kementerian Pertahanan RI tanggal 23 Januari 2021 lalu. Elang Hitam termasuk kategori MALE (Medium Altitude Long Endurance), yaitu pesawat tanpa awak yang menjelajah di ketinggian 10.000 - 30.000 feet (sekitar 3000 - 9000 meter) dan mampu terbang terus-menerus dalam durasi 24 - 48 jam.
Elang Hitam dibuat secara keroyokan. Ada BPPT, LAPAN, PT. Dirgantara Indonesia (DI), TNI-AU, ITB Bandung, PT. LEN Industri dan beberapa lembaga lainnya. Diharapkan "Black Eagle" ini sudah terbang di tahun 2024.
| Elang Hitam yang besar dan gagah (sumber: medcom) |
Sama seperti drone-drone tempur canggih buatan negara-negara maju, Elang Hitam memiliki sederet kehebatan yang membanggakan, di antaranya:
Lama Terbang 30 Jam
Pesawat tanpa awak Elang Hitam didesain sangat mutakhir untuk mengawasi keamanan dari udara. Oleh karena itu Elang Hitam mampu take off dan landing di lintasan 700 meter saja dan terbang di ketinggian 20.000 feet. Sedangkan kecepatan sang elang 235 km/jam dengan kemampuan terbang selama 30 jam nonstop.
| Elang Hitam mampu terbang 30 jam (sumber gambar: aspek.id) |
"Pesawat udara nirawak ini dapat dioptimalkan fungsinya untuk kebutuhan surveillance dan target acquisition yang dapat dipersenjatai dengan kemampuan short take off landing, maksimum endurance yaitu sampai 30 jam targetnya", kata Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia, Elfien Goentoro (merdeka.com, 31 Desember 2019)
Tugas Menjaga Pertahanan Dan Keamanan Negara Dari Udara
Elang Hitam dibuat sesuai tugasnya, yaitu membantu menjaga keamanan negara dari udara. Untuk mendukung tugasnya itu, Elang Hitam mampu terbang terus selama 24 jam (sehari penuh).
"Dengan pengendalian tanpa pilot ini kebutuhan pengawasan dari udara menjadi efisien", kata Hammam Riza, Kepala BPPT.
| Data teknis Elang Hitam (sumber: katadata) |
Pesawat terbang nirawak ini diharapkan dapat membantu menjaga kedaulatan Republik Indonesia dari udara. Mengingat kebutuhan pengawasan dari udara terus bertambah seiring meningkatnya ancaman daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan serta pencurian sumber daya alam seperti illegal logging dan illegal fishing.
Menjadi Peralatan Mata-Mata Negara
Kehadiran Elang Hitam akan meningkatkan kemampuan negara dalam mengawasi pertahanan dan keamanan negara dari udara, karenanya drone canggih ini juga menjadi peralatan mata-mata negara.
Kepala BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Hammam Riza menjelaskan, drone Elang Hitam dapat mendukung kegiatan intelijen, pengawasan, pengintaian dan penargetan (intelligence, surveillance, reconnaissance, targetting).
Dengan tugas pentingnya itu, Elang Hitam akan dipersenjatai roket. "Black Eagle" dirancang dapat membawa roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) kaliber 70 milimeter produksi PT. Dirgantara Indonesia.
| Spesifikasi Elang Hitam (sumber: BPPT) |
Menurut Kepala BPPT, program drone (Elang Hitam) ini untuk menjawab kebutuhan pesawat yang mampu melakukan pengawasan dari udara secara efisien dan sekaligus membangun kemampuan penguasaan teknologi kunci pesawat nirawak. Di antara teknologi kunci itu adalah flight control system, weapon platform integration, electro optic targetting system, hingga penguasaan teknologi material komposit. "Ini semua teknologi kunci yang tidak dapat diberikan negara lain secara cuma-cuma pada kita", kata Hammam Riza, Kepala BPPT (merdeka.com, 31 Desember 2019).
Dimensi/Ukuran Pesawat Besar
Sama seperti drone-drone canggih negara besar dunia lainnya, Elang Hitam memiliki dimensi berukuran besar. Elang Hitam memiliki panjang 8,65 meter, bentang sayap 16 meter, tinggi 2,6 meter dan bobot 1.300 kilogram (1,3 ton). Elang Hitam mampu terbang dengan membawa muatan 300 kilogram.
| Elang Hitam mampu membawa muatan 300 kg (sumber gambar: pikiran-rakyat) |
Sebuah kebanggaan bagi bangsa kita, melihat putra-putri Indonesia berhasil membuat pesawat tanpa awak Elang Hitam yang besar dan berteknologi mutakhir ini. MAJULAH INDONESIAKU !
* Tanjung Uban, Bintan, Oktober 2021.
