https://lenterarevolusi.blogspot.com/2022/02/timnas-indonesia-kisah-cinta-yang-rumit.html
Mungkin mencintai Timnas Indonesia (senior) yang sudah lama tidak berprestasi adalah sebuah kekonyolan bagi sebagian orang. Ada juga yang menganggapnya aneh. Tapi cinta adalah cinta, kekecewaan dan kesedihan tak lebih pernik cerita, yang menoreh luka namun tak mengoyak asa dan setia.
Berulangkali kecewa melihat Timnas Indonesia senior kalah di duel final kejuaraan besar. Namun tetap saja harapan itu selalu tumbuh di event baru. Timnas Indonesia senior terakhir menjuarai kejuaraan besar adalah di SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Saat itu Timnas Indonesia menjadi juara sekaligus meraih medali emas setelah mengalahkan Thailand 4-3 dalam adu tendangan pinalti.
Hebatnya, juara SEA Games 1991 Manila itu merupakan keberhasilan Timnas Indonesia mempertahankan gelar juara setelah di SEA Games 1987 Jakarta Timnas juga juara sepakbola. Sebuah sejarah yang ditulis indah. Menjadi juara sepakbola SEA Games dua kali secara berturutan tentunya membanggakan bangsa kita.
 |
| Timnas Indonesia juara SEA Games 1991 di Manila |
Namun setelah itu Timnas Indonesia seolah tertidur panjang. Tidak ada lagi gelar juara event internasional yang dicapai. Memang di level usia muda, Timnas Indonesia yunior beberapa kali menjuarai turnamen internasional. Khususnya juara di event AFF, yaitu kejuaraan sepakbola tingkat Asia Tenggara. Tercatat tahun 2013 Timnas Indonesia U-19 menjuarai AFF U-19, lalu Timnas U-16 juara AFF U-16 tahun 2018 dan Timnas U-22 sukses menjuarai AFF U-22 tahun 2019 di Kamboja.
Kisah indah yunior tidak berlanjut di senior. Sudah 30 tahun Timnas Indonesia tak meraih gelar internasional. Cerita manis SEA Games 1987 dan 1991 berlalu, kemudian kekalahan silih berganti mengundang kelu. Enam kali masuk final AFF, Timnas senior belum berhasil merebut juara. 25 tahun sudah penantian panjang Timnas Indonesia senior meraih gelar juara AFF. Terakhir dalam perhelatan piala AFF 2020 di Singapura Desember 2021 - 1 Januari 2022 yang baru usai, Timnas Indonesia yang berisi pemain-pemain muda potensial melaju hingga ke final, namun di final kalah melawan Thailand dengan agregat gol 2-6 (0-4 dan 2-2).
Tapi ada yang mengherankan dalam sejarah perjalanan Timnas negeri ini. Kekalahan demi kekalahan tak syak mengundang kecewa dan sedih, tapi tidak lantas menyurutkan harapan segenap rakyat pada Timnas Indonesia, dalam setiap kesempatan Timnas tampil di final kejuaraan internasional.
Memang ketika sebuah kekalahan menerpa, kekecewaan sesaat membuat sebagian masyarakat tidak mau lagi berharap banyak pada Timnas. Lalu mengatakan pada diri sendiri untuk tidak lagi berharap terlalu banyak pada Timnas. Namun ketika kesempatan lain datang, saat Timnas tampil hebat dalam sebuah event hingga melaju ke final, maka tak terbendung lagi harapan itu kembali menderu. Dukungan dan dorongan hati tak tertahan lagi untuk Timnas Indonesia.
Kecintaan rakyat Indonesia pada Timnas Indonesia memang sulit dimengerti. Cinta ini bukan karbitan, namun telah menjadi prasasti kesetiaan. Menang atau kalah, Timnas Indonesia akan tetap didukung sepenuh hati. Wajar sebagian orang heran dan sulit memahami fenomena ini, karena inilah cinta yang rumit dari lubuk sanubari.
Terbanglah tinggi GARUDA-ku, kepakkan sayap-sayapmu yang gagah, demi kejayaan Ibu Pertiwi!
#kitagaruda
#ayogarudaku
#bangkitlahtimnasindonesia
#jayalahtimnasindonesiaku
Bintan, 6-7 Januari 2022.