Pandangan Dunia Dan Ideologi, Apa Bedanya?

Salah satu topik yang menarik dalam forum-forum diskusi filsafat adalah relasi antara Pandangan Dunia (worldview) dan Ideologi. Apakah keduanya sama atau identik? Ataukah keduanya konsep yang berbeda? Jika berbeda, adakah irisan konseptual antara keduanya?

Persoalan ini tidak begitu jelas dalam Filsafat Barat, namun menjadi jelas dalam sudut pandangan Filsafat Islam. Dalam Filsafat Islam, pandangan dunia dan ideologi memiliki peta konsep yang jelas.

Pandangan Dunia dan Ideologi dalam Filsafat Islam
Pandangan dunia yang dalam khazanah Filsafat Islam disebut ar-ru'yah al-kauniyah, dan ideologi adalah dua istilah yang berdekatan artinya. Salah satu definisi pandangan dunia adalah seperangkat keyakinan mengenai penciptaan, alam semesta dan manusia, bahkan mengenai wujud secara mutlak.
Sedangkan definisi ideologi salah satunya adalah seperangkat pandangan universal tentang sikap praktis manusia. Dalam pendekatan arti ini, terlihat jelas keduanya mempunyai hubungan konsep yang berdekatan. Sebuah pandangan dunia seseorang tentunya akan membentuk ideologi orang tersebut, yang pada gilirannya akan mempengaruhi tindakan-tindakan praktisnya.


Pandangan Dunia Ilahiyah dan Materialisme
Dalam sejarah peradaban manusia, dari aspek filosofis, terdapat dua pandangan dunia yaitu pandangan dunia Ilahiyah dan pandangan dunia materialisme. 
Pandangan dunia Ilahiyah mendasarkan seluruh pemikiran filosofisnya tentang penciptaan, alam semesta dan manusia pada eksistensi mutlak Tuhan. Atau dapat dikatakan bahwa Tuhan (Allah SWT) adalah Pencipta dan sumber hakiki seluruh wujud dan keberadaan. 
Sebaliknya pandangan dunia materialisme menolak segala sesuatu yang non-materi, dan menganggap hanya benda dan alam material yang dapat dilihat dan disentuh oleh inderawi manusia sajalah yang merupakan eksistensi (keberadaan) sesungguhnya. 
Dahulu kaum penganut pandangan dunia materialisme dikenal sebagai ad-dahri. Terkadang juga disebut sebagai zindik dan mulhid (ateis). Sedangkan di zaman ini mereka dikenal sebagai al-maddi (kaum materialis). Dari sinilah lantas memunculkan pandangan ilhadiyah (ateisme) dan madiyyah (materialisme).

Ideologi sebagai derivasi Pandangan Dunia
Di tingkat pemahaman manusia, pandangan dunia ini akan membentuk ideologi. Lalu berujung pada tindakan praktis manusia. Seseorang yang memiliki pandangan dunia Ilahiyah niscaya mempunyai ideologi yang berbasis Ilahiyah, dan secara aktual akan melakukan tindakan-tindakan praktis yang sesuai dengan nilai-nilai Ilahiyah. 
Pandangan dunia Ilahiyah akan membentuk perspektif seseorang sedemikian rupa, sehingga Tuhan menjadi awal, sistem panduan dan tujuan dari semua tindakan praktis dan eksistensi dirinya. Dalam bahasa yang lebih umum, dapat dikatakan setiap aktualisasi eksistensi dan tindakan praktis seseorang adalah ibadah kepada Allah. Dalam khazanah Islam, inilah aktualisasi dari Tauhid. 
Sebaliknya pandangan dunia materialisme akan membentuk penganutnya pada tujuan-tujuan material belaka. Kaum materialisme menganggap bahwa hidup hanya berkaitan dengan wujud materi, sehingga tujuan hidup mereka hanya diarahkan pada kesenangan-kesenangan material semata. Tidak mengherankan bila kemudian di Barat pandangan dunia materialisme melahirkan orang-orang yang liberal, anti dengan nilai-nilai Ketuhanan, individualis, memuja hedonisme dan pergaulan bebas.

Demikian pembahasan singkat tentang relasi pandangan dunia dan ideologi. Semoga bermanfaat.

Wa shalawatullah ala Muhammad wa alihi.


Bintan, penghujung Desember 2021.

Related

Diskursus 865232777474275328

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com

Arsip Semua Tulisan

item