Pendidikan Berkarakter Teknologi Informasi? Harus Dong!

Mari kita amati dunia saat ini. Kita dapati teknologi telah merasuk ke segala perikehidupan masyarakat. Terutama teknologi informasi dan komunikasi. Sulit untuk menemukan aspek kehidupan manusia era sekarang, yang berhubungan dengan informasi atau komunikasi, yang terlepas dari teknologi (digital). Dari sistem perbankan sampai chat pribadi antar orang. Dari mengirim email sampai pengendalian sebuah drone. 


Integrasi teknologi yang lebih kompleks juga hadir di depan mata. Misalnya teknologi Internet of Thing (IoT). Teknologi IoT yang mengintegrasikan antara jaringan internet, komputer, mikrocontroller atau IoT module, dan peralatan-peralatan listrik atau mesin, sekarang tidak hanya digunakan di dunia industri, namun pemakaiannya telah meluas hingga ke rumah tangga. Sistem pengendali pendingin udara (AC), pintu, lampu taman hingga kamera cctv, dapat dengan mudah diintegrasikan dalam sistem IoT. Teknologi bergerak cepat karena perkembangan pesat hardware, software serta sistem transmisi data.


Peradaban teknologi seperti ini terus maju tanpa bisa dihentikan. Saat ini kecepatan transmisi data sudah sampai di teknologi 5G, yang secara teoritik memiliki kecepatan transmisi data antara 1 - 10 GB/sekon. Atau 1000 - 10000 MB/sekon. Sungguh luar biasa! Seiring dengan peningkatan pesat kemampuan processor dan teknologi perangkat lunak (software), maka ke dunia masa depan akan menyaksikan sistem kecerdasan buatan, big data dan IoT yang semakin meluas penggunaannya dalam kehidupan masyarakat.



Bagaimana sistem pendidikan Indonesia melihat ini semua? Tentunya realitas itu menjadi tantangan besar bagi sekolah, guru, pihak kementerian dan semua stakeholder pendidikan Indonesia. Kurikulum pendidikan haruslah dirumuskan sedemikin rupa, sehingga memiliki karakteristik teknologi. Terutama teknologi informasi dan komunikasi. Memiliki karakteristik di sini bukan dalam artian teknologi menjadi (satu-satunya) basis atau merupakan orientasi dari sistem pendidikan, namun dalam makna teknologi menjadi salah satu parameter kompetensi sekaligus menjadi salah satu metode pengajaran dalam sistem pendidikan yang ada.


Adalah sebuah tuntutan zaman bahwa mulai saat ini guru dan pelajar Indonesia harus melek IT. Guru harus meningkatkan terus pengetahuan dan skill-nya dalam bidang IT, untuk diterapkan dalam model pengajarannya yang memanfaatkan teknologi informasi. Secara praktis hal ini akan meningkatkan juga pengetahuan dan skill IT para pelajar, yang pada gilirannya semua ini membuat dunia pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. 


Inilah amanah strategis sistem pendidikan Indonesia. Bagaimana mulai saat ini mentransformasikan dunia pendidikan Indonesia agar mempunyai karakteristik teknologi informasi, demi membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif dalam bidang information technology.

Related

Diskursus 3009406050878439777

Post a Comment

emo-but-icon

About Me

My photo
Father of 2 wonderful blessed kids. Teacher. Blogger. Guru Informatika SMPN 8 Bintan. Blogger yang percaya mengajar itu keren. Pendukung Timnas Indonesia, Arema Malang dan Real Madrid. Berharap Indonesia menjadi superpower dunia dan membuat jet tempur serta roket ruang angkasa sendiri. Pembaca buku yang suka ngopi serta puisi. Email: sutan.malaka1110@gmail.com

Arsip Semua Tulisan

item